Penyebab Mereka Betah di Reds Dipo

Tiga bulan terakhir ini, aku aktif pada salah satu komunitas lingkungan yang bernama Bandung Berkebun. Mulanya aku hanya menjadi relawan pada program Urban Farming yang merupakan kolaborasi antara Bandung Berkebun dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Hampir usai program Urban Farming, aku pun ditarik menjadi pengurus Bandung Berkebun. Katanya sih mereka butuh tambahan orang untuk menjalankan program kerjanya. 

Hampir setiap hari Kamis, pengurus Bandung Berkebun mengadakan rapat mini sekadar sharing demi menjalankan program kerjanya. Hampir setiap hari Kamis pula, aku sering mengunjungi Reds Dipo. Karena hampir setiap rapat di sana melulu sih. 

Aku sempat bertanya kepada koordinator Bandung Berkebun, Kang Iyay. "Kang, kok hampir setiap rapat di Reds Dipo melulu?" tanyaku kepada Kang Iyay. "Iya, sudah biasa dari dulu sih di sini", jawab Kang Iyay. Jawaban Kang Iyay sebenarnya kurang memuaskan. Aku pun mencari tahu penyebab seringnya rapat di Reds Dipo. Menurutku sih begini penyebabnya: 

Lokasinya strategis  
Reds Dipo terletak di Jl. Dipatiukur No 1, Bandung. Letaknya di perempatan Dago-Surapati persis di belakang BCA. Selain posisi Dago yang berada di jantung kota Bandung, akses kendaraan pun juga mudah. Banyak transportasi umum yang melewati lokasinya seperti Kalapa-Dago, St Hall-Dago, Caringin-Dago, Gede Bage-Dago. Sehingga, orang akan mudah menuju tempat tersebut. 

Tempatnya lumayan nyaman
Reds Dipo memiliki dua lantai dan ruangan cukup luas. Lantai bawah memiliki dapur, kasir, dan beberapa meja makan. Sedangkan lantai atas memiliki tiga kamar yang diberi sekat dan teras depan. Lantai atas memiliki meja makan yang lebih banyak daripada lantai bawah. Karena adanya bilik kamar membuat adanya privasi pengunjung. Sehingga, rapat pun akan menjadi fokus. Selain itu, Reds Dipo juga memiliki pelayanan WiFi. Sehingga, pengunjung lebih mudah berselancar menggunakan internet.
 
Pelayanannya memuaskan 
Reds Dipo menyajikan makanan tidak begitu lama. Pelayan yang bertugas juga ramah dan sopan. Mereka tetap ramah melayani pengunjung meskipun pengunjungnya hanya memesan segelas minuman. Pelayanannya pun juga tidak mengomel kepada pelanggan yang sudah lama duduk di Reds Dipo. 

Makanannya enak, murah, dan variatif 
Makanan pastinya yang akan menjadi daya tarik pengunjung. Hebatnya Reds Dipo menyediakan menu Asia yang variatif, enak dan murah. Harganya pun cukup dikantong. Apalagi untuk mahasiswa. Hehehe. 

Menu andalan Reds Dipo adalah ikan bawal. Baik itu bawal hitam maupun bawal putih. Bawal putih lebih mahal daripada bawal hitam. Bawal disajikan dengan dua cara: digoreng dan dibakar. Bawalnya sangat minim tulang dan lembut sehingga sangat nikmat dicicip. Reds Dipo juga memberikan sambel untuk melengkapi bawal. Dan sambelnya itu pedas banget loh. Beneran! Aku saja yang orang Padang sudah kepedesan apalagi orang yang tidak terbiasa makan pedas.
 
Selain ikan bawal, Reds Dipo juga menyediakan sayuran yang beragam. Aku pernah mencoba kaylan spicy. Kaylan gorengnya sangat lembut sehingga menyentuhnya langsung hancur. Adanya merica membuat Kaylan lebih hot. Hmm, pokoknya kaylan spicy juara banget dah.
 
Untuk dessert, Reds Dipo juga menyediakan menu andalan. Dessert-nya merupakan kombinasi dari rumput laut, kolang-kaling, permen gelly yang kenyal, susu dan es krim. Penamaan dessert disesuaikan dengan rasa es krim. Ada vanilla dessertgreen tea desserttaro dessertstrawberry dessert, dsb. Aku pernah menyicipi vanilla dessert. Paling juara itu adalah permen gel kenyal rasanya seperti gulali. Tapi kolang-kaling, rumput laut dan es krim juga tidak kalah lezatnya.
 
Begitulah kira-kira penyebab Bandung Berkebun sering mengadakan rapat di Reds Dipo. Kalau ada yang ingin rapat atau meet up, boleh juga loh mengunjungi Reds Dipo. Recommended kok tempatnya. 
 
http://foodouting.blogspot.co.id/2014/10/penyebab-mereka-betah-di-reds-dipo.html