Transformasi Si Ikan Bawal

Kalau ditanya tentang RedsDipo, mungkin jawaban yang paling banyak ditemui adalah ikan, lebih spesifik lagi akan menjawab bawal. Gak salah memang, tahun 2003 tahun dimana Aprie, Posma, Johan dan Rendy sepakat untuk mendirikan tempat makan ikan yang bernama “Waroeng Bawal RedsDipo”. Sesuai namanya “Waroeng Bawal RedsDipo” ini menjual ikan bawal sebagai menu utamanya selain menu ikan yang lainnya seperti Kerapu, Gurame dan Cumi. Sesuai dengan nama dari warungnya, Logo “Waroeng Bawal RedsDipo” adalah ikan bawal dengan warna merah sebagai warna urtamanya. Alasan dipilih warna merah adalah karena kesuakaan keempat pemiliknya terhadap salah satu klub sepakbola Inggris, Liverpool yang punya julukan The REDS. Seiring dengan berjalannya waktu, perlahan RedsDipo mulai berkembang dengan kehadiran menu-menu seafood, chinese food dan indonesian food, dengan tidak menghilangkan identitas sebagai tempat makan yang menyajikan menu-menu ikan. Tidak hanya dari segi menunya saja yang berkembang, dari sisi tempat pun yang dulu dikenal dengan warung tenda sudah beralih ke bangunan yang lebih nyaman untuk para kastemer menyantap menu-menu khasnya RedsDipo. Perubahan dan perkembangan dalam menu dan juga tempat mau ga mau membawa perubahan juga dalam logo yang ada sekarang. Warna merah masih dipertahankan dalam logo terbarunya ini, perubahan terjadi pada logo ikan. Meskipun tetap dengan ikan khasnya RedsDipo yaitu Bawal, tapi kali ini memberikan inisial RD pada logo ikannya. Inisial RD merupakan akronim dari RedsDipo. Bagaimana menurut anda logo terbarunya RedsDipo? [*].